Tuesday, October 2, 2018

Korban Gempa Palu Kecewa Jokowi, �Dia Bawa-bawa Wartawan. Makanya Orang Mengamuk Semua�

Korban gempa Palu dan Donggala yang diserta tsunami sampai saat ini masih terus mengharapkan bantuan dan uluran tangan.

Diyakini, masih banyak korban dan pengungsi lainnya yang sampai kini masih belum tersentuh bantuan sama sekali.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) pun langsung mendatangi langsung Kota Palu untuk meninjau sejumlah lokasi pengungsian, Minggu (30/9/2018).

Selain itu, juga dilakukan peninjauan kondisi wilayah terdampak gempa dan tsunami.

Namun, kedatangan Jokowi itu sepertinya tak membuat puas para korban bencana di Palu.

Korban gempa yang tak berada di lokasi pengungsian pun mengungkapkan kekecewaannya.

Hal itu sebagaimana terekam dalam pembicaraan seorang korban gempa Palu dengan seorang keluarganya via sambungan telepon.

Sayangnya, tak diungkap siapa identitas korban dan seorang perempuan yang sengaja merekam pembicaraan tersebut.

Dalam rekaman yang beredar di grup-grup media sosial itu membeberkan kondisi korban gempa yang belum tertangani.

�Jokowi cuman dateng sebentar-sebentar. Dia cuma kunjungi posko-posko yang besar saja, di tempat pengungsian yang di wali kota,� tutur seorang laki-laki dalam rekaman tersebut.

Laki-laki itu mengungkap bahwa sebenarnya masih banyak korban gempa lainnya yang belum tertangani.

�Cuma yang lain-lain kasian, tak ada akses, kasian,� ucap dia lagi.

Di seberang telepon, terdengar suara seoarang perempuan yang juga tak jelas identitasnya.


�Oh..jadi presiden dateng cuman datengnya bukan secara keseluruhan? Itu apa namanya? Cuma di bagian-bagian tertentu?� tanya perempuan dalam rekaman tersebut

Disebutkan, bahwa Jokowi datang ke lokasi gempa beramai-ramai sambil membawa-bawa wartawan.

Ia menilai, Jokowi datang ke lokasi gempa tanpa memberikan solusi atas kebutuhan korban gempa.

�Iyo, cuman yang rame-rame saja. Dia bawa-bawa wartawan. Makanya orang mengamuk semua tadi kasian,� jelasnya.

Lalu, perempuan tersebut menanyakan kondisi di tempat laki-laki itu berada.

�Oh, ya allah. Kok bisa kayak begitu? Udah gitu ini gelap gulita? Bener-bener? Trus adek tidur dimana?� tanya perempuan itu lagi.

�Di pinggir jalan ini kak,�

�Ya allah, dek. Tapi adek udah makan belum?�

�Dari kemarin belum makan, cuma ngemil-ngemil saja kak,�

�Allah ya adek,�

�Dapet-dapet air, cuman ngambil-ngambil air. Dapat-dapat air, air gelas, dapet air botol,�

�Ya Allah dek. Terus udah gitu makanan gak ada?�

�Gak ada makanan. Ini kita pakai cahaya lampu mobil ini, kak,�

�Astagfirullahaladzim, ya Allah dek. Trus aku tuh, aku tadi udah ngomong sm kak Azi. Kalau misalnya gimana du orang, apa kita kumpulin bantuan gimana caranya biar kirim makanan kesana,� tutur suara perempuan sembari menangis.

�iya kak,�

Untuk diketahui, sampai saat ini, dari data yang dirilis Aksi Cepat Tanggap (ACT), korban tewas akibat gempa bumi Donggala dan Palu sudah mencapai 1.203 orang.

Menurut laporan situasi terkini ACT, korban paling banyak yang meninggal berasal dari Kelurahan Petobo, Palu, Sulawesi Tengah, yakni 700 orang.

Pengumuman itu berdasarkan data pada Senin (1/10), pukul 05.00 WIB. Rumah Sakit Undata Palu juga menampung korban meninggal terbanyak yakni 201 orang.

ACT juga mencatat 540 orang terluka. Korban luka tersebar di berbagai titik, tetapi yang paling besar dirawat di RS Wirabuana sebanyak 184 orang.

ACT juga mencatat sebanyak 46 orang hilang dengan jumlah pengungsi di Kota Palu diperkirakan mencapai 16.732 jiwa dan tersebar di 123 titik menurut data per 30 September.


sumber isi berita: pojoksatu.id

0 comments

Post a Comment

close